BikinSemangat.com,
Untuk anda yang mungkin “kebetulan” sedang hamil diluar nikah,
mencarinya melalui Google dan masuk ke website ini, jangan bersedih dulu
ya, tetap semangat.. semoga kedepannya akan saya update terus artikel ini beserta solusinya.
, yang penting jaga janinnya baik-baik besarkan anak anda dengan penuh
harapan agar menjadi anak yang hebat suatu saat nanti. Jaga perasaan
agar selalu bahagia selama mengandung, karena keadaan emosi(perasaan)
bunda akan mempengaruhi masa depan anak (bisa anda cari dan temukan
alasannya di Google).
Bicara soal hamil diluar nikah,
berikut ini saya akan memprediksikan bagaimana masa depan bangsa ini
dengan kacamata saya sendiri (baca : persepsi) dan sedikit pengamatan
kecil dari dinamika sosial yang “mulai aneh” di negeri ini. Baik, ini hasil pengamatan saya :
1. Hari ini gue panggil temen gue “bro“, besok “om“
Anda sudah tahu maksud arti dari kalimat
no.1? kalau sudah berarti anda sudah menangkap maksud saya.. kalau
belum, begini ceritanya : alkisah si Tono (nama samaran) berteman dengan
Alex (nama samaran juga), entah mengapa saat umur 19 Tahun si Tono
panggil si alex “om”, kok bisa? Ternyata mas Tono memanggil panggilan om
kepada mas Alex karena si Tono sudah memiliki anak yang berumur 3 Tahun
jadi saat si Tono sedang menggendong anaknya yang bernama Joe, Tono
bertemu dengan Alex.. lalu Alex menyapa anaknya Tono ” joeee.. udah mam
beyum? :* “, “belum ooom..” sahut Tono.. mengerti kan maksud saya..?
contoh cerita diatas sih sudah lumrah dan sangat biasa di masyarakat
kita, tapi yang belum lumrah itu si Tono sudah memiliki anak di umurnya
yang 19, berarti Tono menikah di umur 16!
Yaa.. seperti biasa..”fenomena nikah muda karena terpaksa, dipaksa, dan maksain!“,
terpaksa.. dan si Tono terpaksa belajar untuk mencari duit, agar
keluarga kecil, eh keluarga muda nya bisa makan!. Segitu dulu,
penjabarannya nanti di paling bawah ya.. kita lanjut di pengamatan saya
yang ke-2
2. Banyak Duda Muda Modus Menikah Dengan Perawan Ting-Ting..
+ Apalagi ini?? duda muda modus maksudnya gimana gan?!
- Sebentar gan ane jelasin dulu, ente yang merasa duda keren jangan tersinggung dulu hehe..
Pengamatan kedua masih ada kaitannya dengan pengamatan nomor satu, apalagi kalau bukan karena hamil duluan lalu “menikah muda”, banyak
pria yang suka sex bebas dengan pasangannya yang oneng dan mudah
dimodus kebanyakan bercerai karena tidak cocok, gimana mau cocok? dewasa
aja belum.. udah banyak lho pasangan muda yang bercerai dan
meninggalkan anak istrinya hanya karena masih mau main cinta monyet
alias masih doyan pacaran. Sepanjang perjalan pencarian cinta mereka
modusin cewek-cewek abg alay atau cabe-cabean yang masih polos, kalau
cewenya tahu dia duda, maka oleh si duda pasti diajak nikah, kalo belom
tahu, ya ngga sengaja dihamilin deh cewenya.., atau mungkin kasus yang
ini “janda abege jadian sama duda abg”..
3. Nikah Muda Karena Terpaksa, ngapain harus malu?
- “iya bang, (sambil usap-usap perut)”, tapi aku malu bang nanti di gosipin sama tetangga kalo aku hamil diluar nikah..
Ngapain malu, tenang… adik-adik yang
sedang persiapan belajar untuk masuk sekolah favorite, eh maaf…
maksudnya persiapan untuk resepsi, ga perlu malu… ibu-ibu yang suka
gosip itu kan juga masih pada muda, kalau mereka gosipin kamu, sama aja
seperti mereka sedang membongkar aib masa lalunya (ceritanya adik kita
ini sedang di tahun 2020).
4. Kakaaak…! di cariin sama Ayah kamu…
Anda mengerti kan maksud saya? Sedih ya jika lihat fenomena ini.. adik-kakak kandung tapi lain ayah atau ibu nya. 
Banyaknya yang bercerai muda, dan melepaskan ikatan keluarga antara orang tua dan anak, kasihan lho anaknya. Saya tidak bisa melanjutkan tulisan untuk nomor 4 ini, saya bingung dan kasihan dengan nasib anak-anaknya. Saya pernah mendengar percakapan langsung dua orang janda abg yang sudah punya anak yang sedang membicarakan calon suami salah satu janda diantara mereka.
Banyaknya yang bercerai muda, dan melepaskan ikatan keluarga antara orang tua dan anak, kasihan lho anaknya. Saya tidak bisa melanjutkan tulisan untuk nomor 4 ini, saya bingung dan kasihan dengan nasib anak-anaknya. Saya pernah mendengar percakapan langsung dua orang janda abg yang sudah punya anak yang sedang membicarakan calon suami salah satu janda diantara mereka.
KESIMPULAN :
- Tulisan dari pengamatan saya diatas
bukan bermaksud untuk menyindir dan menjelek-jelekkan anak-anak muda
yang sudah terlanjur nikah muda, saya mengurai fakta dari persepsi saya
sendiri, tapi juga memberikan solusi cerdas dari persepsi KITA.
+ Kenapa banyak sekali belakangan ini anak umur belasan tahun yang suda menikah?
- teknologi, lebih tepatnya penyalahgunaan teknologi yang sulit di kontrol oleh orang tua.
Saya tidak/belum bisa memberikan solusi
bagaimana menyikapi dan membuat kita lebih hati-hati terhadap persoalan
nikah muda, karena saya menuliskannya di internet, dan yang membacanya
(termasuk anda) pun memiliki beragam persepsi, sanggahan, solusi yang
beraneka ragam. Jika anda memiliki solusi yang bagus, sanggahan, dan
lain sebagainya anda dapat memberikan komentar di bawah dan artikel ini
akan saya update sesuai diskusi yang anda kontribusikan dalam bentuk
komentar.
dibawah ini adalah beberapa solusi yang saya kutip dari website kompas :
Diri Sendiri
Penanaman iman dari dalam diri sendiri
dapat mengindarkan seseorang dari dampak buruk suatu hal, termasuk
kemungkinan hamil diluar nikah.
· Keluarga
Keluarga merupakan pendidikan pertama
bagi anak. Dengan bimbingan yang terarah dari keluarga, seorang anak
akan tumbuh menjadi pribadi yang baik.
· Teman
Memilih teman dalam pergaulan sangat
dibutuhkan, sebab teman yang baik akan memberikan dampak baik juga dalam
kehidupan kita begitupun sebaliknya.
· Masyarakat
Masyarakat merupakan komponen penting
dalam mencegah terjadinya hal ini, sebab dengan pengawasan yang continue
dari masyarakat , anak-anak serta remaja akan lebih teratur karena
mereka dibatasi melalui norma-norma yang tercipta dimasyarakat.
· Lembaga Pendidikan / Sekolah
Sebagaimana yang telah diketahui selama
ini, sekolah / lembaga pendidikan merupakan instansi yang telah
dipercaya oleh masyarakat umum untuk mendidik . Sehingga, melalui
pendidikan akan bahaya “free sex” di sekolah, diharapkan akan
memperkecil terjadinya hal yang tidak diharapkan.
· Pemerintah
Pemerintah seharusnya juga berperan
aktif dalam menyikapi masalah ini, contohnya saja dengan melakukan
sosialisasi mengenai bahaya “free sex” di media massa ataupun melalui
event-event seperti seminar dll.
Maraknya free sex hingga menyebabkan
kehamilan diluar nikah dikalangan remaja akhir-akhir ini menunjukkan
adanya penurunan moral dikalangan generasi penerus bangsa. Padahal
bangsa ini sangat butuh generasi-generasi muda yang berkualitas untuk
dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Hal ini harus
mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Berbagai penelitian juga telah
membuktikan bahwa orang yang melakukan hubungan sex saat masih berumur
dibawah 20 tahun memiliki resiko untuk terkena kanker serviks.
Ayo sobat muda, jauhi free sex dan tingkatkan prestasi !!
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussumber artikelnya kok ga sertakan?
BalasHapusdari sini kan ya?